header niko 728 x 90

Babi Melahirkan 8 Orang Anak Manusia Gegerkan Warga Sekitar! Tanda Alaam Bahwa Dunia Ini Sudah Mulai Tua!

Ini peristiwa yang pertama kalinya didunia. Di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, seekor babi melahirkan 8 orang anak manusia. Ah saat?

“Iya ini bukanlah anak-anak yang ngomong, namun ibu-ibu. Pertama saya juga gak yakin, namun tuturnya dia saksikan segera, ” catat Minda Kaka, salah seseorang warga Sumba Timur


Menurut Minda, awalnya ia tidak percaya, namun lantaran diyakinkan oleh ibu-ibu yang baru pulang dari Waingapu, ia pada akhirnya yakin. Info ini juga jadi ramai di kelompok warga Sumba yang tinggal di Bali. Tuturnya lagi, sampai saat ini 8 bayi manusia itu masihlah hidup.

“Saya tinggal di Bali. Saya dengar dari ibu-ibu yang baru pulang dari sana (Waingapu), ” tegasnya.

Terlebih dulu, di kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, tepatnya dirumah keluarga Apriani Ndjurumba (38), seekor babi melahirkan 5 ekor anak babi aneh, tiga salah satunya mempunyai tiga gunakan kaki serta dua yang lain mempunyai kelamin ganda.

“Dua kaki yang lain terdapat di antara dua kaki belakang, ” terang Apriani, Kamis.

Kelahiran anak babi itu selalu jadi pembicaraan warga sekitaran. Disadari yang memiliki babi, nyaris sehari-hari ada saja orang yang datang untuk lihat, bahkan juga ada yang menginginkan beli anak babi itu.

sumberby: babeindonesia27.blogspot.co.id

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Babi Melahirkan 8 Orang Anak Manusia Gegerkan Warga Sekitar! Tanda Alaam Bahwa Dunia Ini Sudah Mulai Tua!"

  1. Kronologis critanya blm detail.kpn melahirkan dan berita aneh bin ajaib bgni mestinya perhatian serius dr manca negara terlebih para medis dan kepala Daerah mesti memberikan tanggapan aneh ini, dgn bantuan keselamatan dan keamanan sang babi dan anaknya mirip manusia.pasti dari dinas peternakan yang geger menyelamatkan hewan beranak manusia sprti ini. tlg upload gbr yg asli.sy org NTT belum dgr info/brita seputar babi beranak manusia, baik media masa maupun crita warga.

    ReplyDelete