header niko 728 x 90

Begini Cara Blue Bird Tandingi Grabcar dan Uber


Persaingan transportasi umum di Indonesia, khususnya Jakarta saat ini cukup rumit. Salah satu penyebabnya adalah dengan masuknya perusahaan aplikasi GrabCar dan Uber yang notabennya menjadikan kendaraan pelat hitam untuk mengangkut penumpang.
Tak mau kalah saing, perusahaan taksi, PT Blue Bird mengaku punya strategi untuk bisa tetap eksis di tengah ketatnya persaingan transportasi. Cara tersebut adalah dengan terus meningkatkan pelayanan terbaik untuk penumpang mereka.
Direktur Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoentono mengatakan, strategi yang dimiliki perusahaan telah menjadi ciri khas yang akan membuat penumpang aman dan nyaman.
"Dengan moto-moto yang kita punya seperti aman, nyaman dan personalize, itu penting buat kita. Karena dengan begitu masyarakat akan merasa puas dengan pelayanan kami dan bisa berlangganan dengan jasa kami," ujar Sigit Priawan Djokosoetono, di Jakarta, Jumat (18/3).
Menurut dia, prinsip tersebut harus tetap dipegang teguh oleh seluruh jajaran Blue Bird. Dirinya pun optimis dengan cara-cara tersebut Blue Bird tidak akan kehilangan penumpangnya.
"Kita mudah menjangkau mereka, karena kami ada di mana-mana. Kami bisa dipesan lewat telepon, bisa di sms, bisa di berhentikan di jalan. Jadi masyarakat lebih nyaman dan mudah menjangkau kita yang saat ini sudah memiliki 40.000 armada Blue Bird," kata dia.
Kendati demikian, pihaknya merasa kehadiran taksi berbasis aplikasi online merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan dengan ciri khas warna biru tersebut. "Kami tidak merasa tersaingi, karena kita memiliki pelayanan yang sangat baik untuk penumpang," tukas dia.
[idr]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Begini Cara Blue Bird Tandingi Grabcar dan Uber"

Post a Comment