Kantin Gas Methan. Di sini kamu gak perlu duit buat makan. Cukup bawa sampah plastik maka kamu bisa menikmati santapan racikan pasangan suami istri Sarimin dan Suyatmi.
Warung yang udah buka selama tiga bulan ini berlokasi di sisi kiri zona aktif tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah.
Bentuknya sederhana. Luasnya 3x7 meter, berdinding triplek, beratap asbes, dan lantai tanpa plester. Di situ, sampah plastik dihargai Rp 400 per kilogram. Semakin banyak sampah yang kamu bawa, makin banyak pula saldo kamu untuk makan di warung.
Keberadaan kantin ini diprakarsai oleh Kepala TPA Jatibarang Agus Junaidi yang pengen ngurangin total sampah di TPA yang nyampe 800 ton per hari.
Doi kemudian menghubungi Sarimin dan Suyatmi untuk bikin kantin seperti yang ada sekarang. Bahan bakarnya? Gas metana yang disuplai dari TPA Jatibarang.
Agus bilang:
”Kami berpikir bagaimana caranya mengurangi plastik. Lalu muncul ide mendirikan sebuah kantin yang masaknya memakai gas metana. Tapi yang makan di sana harus membayar memakai plastik. Targetnya adalah melayani para pemulung dan supir truk sampah."
Inovatif banget ya.
Coba aja banyak yang mikir kayak gini.

0 Response to "Di Warung Ini Kalo Makan Bayarnya Pake Sampah"
Post a Comment