header niko 728 x 90

Polisi Pertanyakan Kasus Perampokan Perenang AS

RIO DE JANEIRO, (PR).-  Polisi mempertanyakan kebenaran kasus perampokan yang menimpa empat perenang asal AS Ryan Lochte, Gunnar Bentz, Jack Conger, dan Jimmy Feigen yang terjadi pada Minggu, 14 Agustus 2016.


Dikutip dari BBC, polisi menemukan kejanggalan dalam keterangan Lochte. Dalam pernyataannya, Lochte mengatakan dirinya tiba di wisma atlet pada pukul 4 pagi waktu setempat. Tetapi, dalam rekaman CCTV terlihat keempat perenang AS tersebut tiba pada pukul 7 pagi. Polisi juga tidak menemukan bukti atas kasus perampokan ini.
Rencananya polisi akan menyita paspor keempat perenang AS tersebut dan memastikan mereka semua bisa memberi keterangan mengenai kasus perampokan. Namun, saat polisi tiba di wisma atlet pada Rabu, 17 Agustus 2016 pagi para atlet sudah tidak ada di tempat. Pada malam harinya, akhirnya polisi memberhentikan kedua rekan Gunnar Bentz dan Jack Conger yang akan kembali ke AS. Polisi melarang kedua perenang AS tersebut untuk meninggalkan Brazil. Komite olimpiade AS juga sudah mengkonfirmasi hal ini. Semantara itu, Lochte sudah kembali ke AS pada Senin, 15 Agustus 2016.
Pihak komite olimpiade AS menyatakan saat ini Bentz dan Conger ditahan sementara untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus yang menimpa mereka pada hari Minggu lalu.
Pengacara Lochte, Jeffrey Ostrow mengatakan Lochte kembali ke AS sebelum polisi mempertanyakan kasus ini. Ostrow juga menambahkan bahwa Lochte tidak menerima himbauan untuk tetap tinggal di Rio sementara polisi menginvestigasi kasus ini.
“Ia sudah memberikan keterangan sebagai saksi kepada pihak kepolisian Brazil, USOC Security, State Department, FBI, dan pihak berwenang lainnya terkait kasus ini,” ujar Ostrow seperti dilansir dari CNN.
Lochte sendiri mengatakan kepada media AS NBC bahwa ia memang benar-benar dirampok dan ia tidak memberikan keterangan palsu.
Pada hari Minggu, 14 Agustus 2016, Ryan Lochte dan ketiga rekannya dirampok saat perjalanan pulang ke wisma atlet setelah menghadiri sebuah pesta yang diadakan tim Olimpiade Prancis. Lochte menambahkan saat kejadian, taksi yang ditumpangi Lochte dan rekannya diberhentikan oleh sekelompok orang tak dikenal yang berseragam seperti polisi. Salah seorang pria juga sempat menodongkan pistol ke arah Lochte saat Lochte tidak ingin menyerahkan barang pribadinya.
Polisi mencurigai adanya kemungkinan Lochte memberikan keterangan palsu. Saat ini, pihak polisi Brazil juga masih mengejar supir taksi yang ditumpangi Lochte. (Netta Viani Dewi)***

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polisi Pertanyakan Kasus Perampokan Perenang AS"

Post a Comment